"Kalian, abis lulus ini, nikah aja, karena kalau udah kerja atau studi lanjut, Sulit lho menemukan jodoh", kata seorang dosenku waktu jaman kuliah dulu. 1 bulan lagi, semester baru dimulai, tahun berganti dan umur bertambah. Sementara melihat keadaan sekarang...Oh no...no... jangan2, ucapan dosenku dulu benar-benar terjadi "sulit menemukan jodoh", atau bahkan "tak nikah sampai mati", Ahh.... kenapa lagi harus ada "broken hearth" segala 3 tahun lalu? kalau tidak ada istilah itu, mungkin bisa saja, ku terima cinta yang lain, hingga ada cadangan jodoh.Haaaha...sekarang, sudah kuliah level 2, sepertinya memang akan sulit ketemu jodoh. Arrghhhh...tidak....melihat teman dengan pasangan yang belum resminya saja, udah ngiler...apalagi liat teman dengan pasangan resminya...lebih laggiii. Oh..oh...tidak...tahun 2012..tahun ke-4 "empty heart" karena patah...patah...patah....dan belum bisa tersambung lagi. Lalu apa kaitannya pacar sama jodoh ya? belum tentu juga, sang pacar adalah jodoh, tapi banyak orang berjodoh juga karena pacar---an. O_O apa-apaan saya, jadi mikir seperti ini?? seperti tidak beriman sajaahh..."jodohkan ditangan Tuhan", bisa saja walau tak ketemu calon jodoh di kampus, bisa jadi Tuhan mempertemukannya di Mall kah, di toko buku kah, di hutan kah, atau malah ketika sedang di kuburan? Ihhh... Ya sudahlah.... hal seperti ini sepertinya tidak terlalu mengganggu hidup saya, ngapain dipikirin lagi. :-p,
Rabu, 30 November 2011
Senin, 28 November 2011
Sebuah Harapan Untuk Hidup
keputusasaan melanda..
ketika tau raga ini telah rapuh..
hanya kematian yang terasa dekat
namun masih mengharap sebuah kesempatan untuk sembuh kembali
dengan alasan pada Tuhan, "masih ada yg harus ku lakukan di dunia ini"
dulu raga ini pernah berjaya dengan penuh kekuatan
namun, malah maksiat dan kesombongan yang dikobarkan
sekarang datang peringatan Tuhan
melalui sakit yang di derita
yang menguras segala kekuatan raga
hingga kejayaan seakan tinggal kenangan
Berharap bisa melakukan aktivitas maksimal
namun seakan tak kan mungkin kembali
justru sakit ini selalu berkembang mencapai puncak tertinggi
hingga meruntuhkan segala cita yang tinggi
setetes kehidupan masih ku harapkan
setelah bisa membuat bahagia seorang ayah
Tentu Tuhan aku akan kembali disisimu
Namun beriku kesempatan unttuk bisa sembuh kembali
Langganan:
Postingan (Atom)